MALAM
GRAND FINAL
PUTRA
DAN PUTRI NUSANTARA TAHUN 2014
Akhirnya acara yang dinanti-nanti oleh seluruh praja IPDN kampus Sulawesi Utara datang
juga. pada event kali ini yaitu acara puncak pemilihan putra dan putri
nusantara,yang para prajanya pada malam Grand Final menggunakan pakaian batik.
Pada malam puncak yang berlangsung sabtu 3 Mei 2014 yang di mulai jam 20.00
WITA, di hadiri oleh Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara beserta jajarannya
kemudian di hadiri juga oleh Nyong Noni Warane Manado dan tamu dari Kotamobagu,
setiap kandidat panus dan pinus mengenakan pakaian adat dari provinsi
masing-masing. Perwakilan dari papua mengenakan pakaian kebesarannya, perwakilan
dari pulau Nustra mengenakan payas agung-nya ,perwakilan dari pulau
subedjo dengan kerisnya, perwakilan dari pulau sumbagut dengan sunting
tingginya dan lain-lain, disinilah menariknya event ini. Setiap kandidat panus
dan pinus seolah-olah menjadi duta wisata bagi daerahnya. Untuk menjadi putri
nusantara, tentunya pengetahuan tentang potensi daerah masing-masing sudah harus
dikuasai selayaknya duta, selain harus juga mengetahui potensi nusantara secara
umum.
Acara
ini seperti halnya kontes Putri Indonesia dan Miss Universe,masing-masing
kandidat panus dan pinus tampil layaknya seorang model lepas di atas panggung.
Pakaian adat yang dikenakan ketika
diatas panggung membuat suasana menjadi lebih panas. Tentu saja hal ini menarik
untuk disaksikan karena jarang-jarang pakaian adat dari seluruh nusantara ditampilkan
secara bersama-sama di kampus IPDN Sulut. Ada hal menarik tentang pakaian adat
ini. Memang diakui sangat susah mencari pakaian adat masing-masing sehingga
kadang ada beberapa provinsi yang mendatangkan pakaian adat lewat paket kiriman
dari daerah. Sungguh merepotkan tapi memang terbayar oleh kemeriahan dari acara
ini.
Selain
itu ada penampilan-penampilan dari setiap pulau seperti pulau Sumbagut dengan
Tari indang, subedjo dan celebes dengan perkusi andalannya dengan sedikit
sentuhan etniknya atau nustra dengan Tari handsamnya yang tidak kalah memukau.
Namun sayangnya, event yang merupakan event tahunan ini belum terbuka untuk
umum sehingga yang bisa menyaksikannya hanya praja IPDN kampus Sulawesi Utara
sendiri dan perwakilan dari duta kota manado. Proses seleksi dalam pemilihan
juga seperti kontes yang lain, mula-mula dipilih 5 terbaik kemudian menjadi 3
terbaik dan akhirnya terpilihlah Putri Nusantara. Setiap pengguguran dewan juri
menanyakan beberapa pertanyaan menyangkut segala hal baik menyangkut
pengetahuan umum, pengetahuan tentang nusantara dan potensi-potensi daerahnya.
Setelah Putra dan Putri Nusantara terpilih, maka Putra dan Putri Nusantara
tahun sebelumnya mendampingi Ibu direktur IPDN kampus Sulawesi utara untuk
menyematkan mahkota Putri Nusantara. Putra dan Putri Nusantara yang terpiluh
sebagai juara favorite perwakilan dari pulau SUMBAGUT, yaitu WIKE KASTIRA
(Prov. Riau) dan FAJAR MUKLIS H (Prov. Sumut), kemudian yang mendapatkan juara
runner up adalah WHENDY SAFITRI (Prov. NTB) dan ANDI RATU LESTARI (Prov.
Sulsel) dan yang menyandang peringkat pertama adalah MUHAMMAD RAHMAT dan ARDA M
SAHETAPI (Prov. Maluku). Sekali lagi event yang merupakan event tahunan IPDN
ini belum terbuka untuk umum sehingga yang bisa menyaksikannya hanya praja IPDN
sendiri jadi bagi yang ingin menyaksikan event ini, mohon maaf sebelumnya. Atau
kalau memang ingin sekali menyaksikan, mendaftar saja sebagai praja IPDN
terlebih dahulu.





home
Home
Posting Komentar