RANGKAIAN KEGIATAN PEMILIHAN PUTRA DAN PUTRI NUSANTARA KAMPUS IPDN SULUT DALAM MEMPERINGATI HARI KARTINI
(23/4), 2014. Setiap tanggal 21 april seluruh warga Indonesia memperingati hari kelahiran ibu kartini, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada ibu kartini yang telah memperjuangkan hak-hak wanita khususnya pada kaum hawa. hak-hak tersebut adalah penyetraan gender antara laki-laki dan perempuan. Kartini memperjuangkan hak wanita untuk dapat mengenyam bangku pendidikan karena menurut kartini wanita merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya, pendidik pertama masa depan bangsa. Emansipasi yang dimaksudkan kartini bukan untuk menyaingi kaum pria, akan tetapi kartini menginginkan agar wanita juga memiliki kompetensi untuk mendidik anak-anaknya.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi praja IPDN kampus Sulawesi utara terhadap peringatan hari kartini yang diperinati pada tanggal 21 april 2014. Tepat hari ini kandidat putra dan putri nusantara angkatan 23 melakukaan tes akademik untuk melihat kualitas dari masing-masing peserta. kegiatan ini diselenggaraakan bagi masing-masing perwakilan praja setiap provinsi di seluruh Indonesia. Tidak hanya Praja putri, praja putrapun ikut serta dalam perayaan ini, hal ini menunjukkan bahwasannya kader aparatur pemerintahan tidak mesti dari laki-laki tetapi juga dari kaum perempuan.
Acara ini adalah acara pemilihan putra dan putri nusantara terbaik yang merupakan salah satu program kerja dari Dinas Peranan Wanita. disini kami juga membuat sebuah organisasi yang mirip dengan dapartemen pemerintahan dalam negeri dalam ruang lingkup yang kecil, dan salah satunya adalah Dinas Peranan Wanita. Teknisnya. Setiap praja dari pulau yang berbeda mengirimkan 2 perwakilan putra dan putri terbaik dari setiap pulau di Indonesia. Perwakilan ini tentunya diseleksi dengan ketat, baik dari segi fisik maupun intelektualnya.
Daftar pulau tersebut adalah sumbagut, sumbaksel, borneo,subejo, molucas, nustra, selebes dan papua. tahapan tahapan yang harus diwewati masing masing perwaakilan adalah babak penyisihan, tes akademik, tes wawancara, tes minat bakat dan terakhir malam puncak. Tahap pertama adalah babak penyisihan, pada seleksi ini seluruh kandidat diperiksa mulai dari kesehatan, kebersihan dan keseluruhan yang menyangkut tentang puteri. Ini adalah babak penentu bagi pinus dan panus yang akan di lombakan pada malam puncak. Seleksi ini dipilih satu putra dan putrid nusantara yang layak setiap pulaunya.
Tahap kedua adalah tes akademik, pada tes ini seluruh kandidat yang telah terpilih di uji kemampuan intelektualnnya, pembuatan soal berdasarkan kompetensi yang ada dan dilakukan oleh tim pembuat soal yaitu dispen. tatacara pembuatannya soal ini dibuat oleh kader dispen aangkatan 23 sebanyak 200 soal yang akan diseleksi oleh kepala dinasnya menjadi 100 soal. soal inilah yang akan di berikan kepada kandidat pinus dan panus.
tes ini bertujuan selain untuk pengujian intelektuaal juga sebagaai penilaaian tambaahan dari setiap tes. Penilaian dari tes ini dilakukan oleh kepala dinaas penyelenggara sendiri yaitu NP. SISTIANA. Minimal penilaian itu berkisaran 70-75 dan maksimal adalah 100 yaitu nilai sempurna. Dalam hal ini yang merupakan poin penting dari setiap pertanyaan adalah mengenai ilmu pengetahuan atau biasa disebut wawasan nusantara. Persiapan dari tes ini bisa dikatakan matang, karena setiap pergerakan yang dilakukan berjalan tertib dan Alhamdulillah tidak ada gangguan.
Kriteria yang diambil dalam tes ini setiap perwakilan harus mendapatkan nilai lebih dari 70, dan bagi siapa saja yang mendapatkan nilai diatas 85, maka akan mendapatka point plus dari kepala dinas sendiri. Berikut pernyataan dari kepala dinas sendiri saat ditanya seberapa berpengaruhkah tes akademik ini terhadap penilaian pinus dan panus itu " sekitar 30 persenan lah dek, untuk penilaian nya sendiri itu kakak yang menilai secara keseluruhan dan selebihnya masuk kepada penilaian di wawancara". Ssetelah tes akademik ini akan dilanjutkan dengan tes wawancara yang akan berlangsung jum'at April 25, 2014.





home
Home
Posting Komentar