Widget

IconIconIconIconFollow Me on Pinterest

Beautiful Blogger Widgets
News Update :

APEL PELEPASAN PRAKTEK LAPANGAN II DI BOLAANG MONGONDOW UTARA OLEH DIREKTUR IPDN KAMPUS SULUT

Penulis : Unknown on Rabu, 14 Mei 2014 | 23.39

Rabu, 14 Mei 2014

APEL PELEPASAN PRAKTEK LAPANGAN II DI BOLAANG MONGONDOW UTARA OLEH DIREKTUR IPDN KAMPUS SULUT


               (Tampusu,14 May 2014) direktur IPDN kampus Sulawesi utara Dra. Roosje kalangi M.Si secara resmi melepas satuan madya praja angkatan XXIII yang akan melaksanakan praktek laapaangan II di Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Acara pelepasan ini dilaksanakan pada hari rabu 14 Mei 2014 bertempatan dilapangan depan kantor sekretariat IPDN.Praktek lapangan II di tiap-tiap kecamatan yang sudah di tentukan ini bertujuan untuk mempraktek kan apa yang telah Praja pelajari dalam kegiatan pelatihan selama belajar di dalam kampus dan juga untuk menambah pengetahuan mereka dan belajar mengenai seluk beluk yang ada di dalam suatu kecamatan seperti bagaimana praktek pelayanan yang baik kepada masyarakat,cara pembikinan data E-ktp dll.dengan harapan para praja bisa melaksanakan tugas praktek lapangan ini dengan baik.
               Pada acara pelepasan tersebut disematkan pita sebagai simbolis kepada praja dan pembimbing teknis, bagi praja di sematkan pita berwarna hijau yang melambangkan keterangan bahwa sannya praja adalah seorang peserta didik sedangkan pembimbing teknis di sematkan pita berwarna kuning yang melambangkan seorang perwira yang akan mendaping praja selama pelaksanaan praktek lapangan II. Pelaksanaan praktek lapangan ini dilaksanakan selama 21 hari yang terhitung sejak tanggal 16 mai sd 5 juni 2014 yang diikuti sebanyak 121 orang praja (Madya Praja) dengan didampingi oleh 10 orang pembimbing teknis dan administrasi dilapangan. Pada pelaksanaan praktek lapangan II yang bertempatan di bolaang mongondow ini, praja akan disebar pada 6 kecamatan yaitu :
Sangkup, Bintauna, Bolaintang barat, Bolaintang timur, pinogaluman, dan kaidipang
               Pelaksanaan Praktek Lapangan II di Kabupaten Bolaang Mongondow utara merupakan praktek lapangan pertama yang bertempatan di daerah ini. Dengan adanya Praktek Lapangan ii ini maka terjalinlah kerjasama yang baik dan intensif antara pemerintahan kabupaten bolaang mongondow utara dan IPDN kampus Sulawesi Utara. Kerjasama ini telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dalam Piagam Kerjasama antara pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan IPDN yang telah ditandatangani oleh Bupati Bolaang mongondow utara ddengan direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara Dalam amanatnya direktur IPDN kampus Sulawesi Utara menyampaikan agar praja mematuhi peraturan adat yang masih agak kental dianut oleh masyarakat sekitar yang mana unsur etnik di daerah ini belum luntur, melaksanakan praktek dengan baik dan mematuhi peraturan kehidupan praja selama pelaksanaan Praktek lapangan II. Dalam hal ini diharapkan bagi praja agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan inovativ.
komentar | | Read More...

KEGIATAN PEMBARETAN BAGI SATUAN MADYA PRAJA ANGKATAN XXIII IPDN SULUT REGIONAL MANADO

KEGIATAN PEMBARETAN BAGI SATUAN MADYA PRAJA ANGKATAN XXIII IPDN SULUT REGIONAL MANADO






Pembaretan adalah suatu rangkaian dari tradisi kegiatan Corps Praja  yang dilaksanakan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri.pembaretan  merupakan salah satu dari  tiga kriteria kegiatan pendidikan di IPDN  yaitu (pengajaran,pelatihan dan pengasuhan) dan pembaretan termasuk ke dalam kegiatan pengasuhan.kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa (kebersamaan),melatih mental dan kedisiplinan praja,serta untuk menghargai segala sesuatu dalam rangkaian kegiatan pembaretan tersebut.dan sebagai pelaku dari kegiatan pembaretan adalah satuan Madya Praja Angkatan XXIII IPDN kampus regional Sulawesi Utara.
Madya praja yang mengikuti pembaretan ini semuanya berjumlah 121 orang putra dan putri. Kegiatan pembaretan ini dilaksanakan 1 hari full yaitu hari selasa 13 Mei 2014.rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam pembaretan bagi satuan madya praja angkatan XXIII ini adalah jalan juang melewati 9 pos yang sudah ditentukan sebelumnya oleh panitia pembaretan sambil menelusuri semak-semak belukar  yang ada di belakang kampus IPDN sulut yang tepatnya di kec.Remboken,Desa Kasuratan,kemudian kemah juang di bumi perkemahan yang berada di dalam kampus IPDN yang pada nantinya satuan madya praja akan menetap di dalam kamp untuk sementara waktu,kegiatan selanjutnya adalah pencarian baret yang sudah di sebar di berbagai tempat oleh panitia sebelumnya yang pada nantinya akan di gunakan oleh madya praja dalam menjalani proses kegiatan di kampus IPDN,dan yang terakhir adalah penyematan baret bagi perwakilan Madya Praja.

Kegiatan pembaretan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,para peserta (Madya Praja) mengikuti semua kegiatan dengan antusias dan semangat melewati tiap-tiap pos, itu di karenakan setelah mereka selesai melaksanakan semua kegiatan mereka akan memakai baret di kepala mereka jika menggunakan pakaian PDL (Pakaian Dinas Lapangan) dan Pakaian Dinas Lapangan Menwa bukan topi lagi.setelah semua kegiatan selesai maka di adakan upacara penyematan baret dan langsung yang menyematkan baret kepada 2 orang perwakilan Madya Praja (Ilham Overa Suktama dari Jambi dan Syafnela Rahmawati dari Sumatera Barat) adalah Direktur IPDN Sulut Dra.Roosje kalangi, M.Si. "kegiatan seperti ini mengingatkan saya akan 37 tahun yang lalu dan semoga kegiatan ini adalah proses belajar untuk melatih fisik,mental mereka untuk menjadi lebih baik lagi dan proses menjadi aparatur yang professional dan bisa menghargai apa yang sudah di dapat dengan susah payah ujar Direktur IPDN Sulut dalam penaympaiannya dalam upacara penyematan.
komentar (1) | | Read More...

MALAM GRAND FINAL PEMILIHAN PUTRA DAN PUTRI NUSANTARA IPDN SULUT TAHUN 2014

Penulis : Unknown on Minggu, 04 Mei 2014 | 23.38

Minggu, 04 Mei 2014

MALAM GRAND FINAL
PUTRA DAN PUTRI NUSANTARA TAHUN 2014


          Akhirnya  acara yang dinanti-nanti oleh seluruh praja IPDN kampus Sulawesi Utara datang juga. pada event kali ini yaitu acara puncak pemilihan putra dan putri nusantara,yang para prajanya pada malam Grand Final menggunakan pakaian batik. Pada malam puncak yang berlangsung sabtu 3 Mei 2014 yang di mulai jam 20.00 WITA, di hadiri oleh Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara beserta jajarannya kemudian di hadiri juga oleh Nyong Noni Warane Manado dan tamu dari Kotamobagu, setiap kandidat panus dan pinus mengenakan pakaian adat dari provinsi masing-masing. Perwakilan dari papua mengenakan pakaian kebesarannya, perwakilan dari pulau Nustra mengenakan payas agung-nya ,perwakilan dari pulau subedjo dengan kerisnya, perwakilan dari pulau sumbagut dengan sunting tingginya dan lain-lain, disinilah menariknya event ini. Setiap kandidat panus dan pinus seolah-olah menjadi duta wisata bagi daerahnya. Untuk menjadi putri nusantara, tentunya pengetahuan tentang potensi daerah masing-masing sudah harus dikuasai selayaknya duta, selain harus juga mengetahui potensi nusantara secara umum.
          Acara ini seperti halnya kontes Putri Indonesia dan Miss Universe,masing-masing kandidat panus dan pinus tampil layaknya seorang model lepas di atas panggung. Pakaian adat yang dikenakan ketika diatas panggung membuat suasana menjadi lebih panas. Tentu saja hal ini menarik untuk disaksikan karena jarang-jarang pakaian adat dari seluruh nusantara ditampilkan secara bersama-sama di kampus IPDN Sulut. Ada hal menarik tentang pakaian adat ini. Memang diakui sangat susah mencari pakaian adat masing-masing sehingga kadang ada beberapa provinsi yang mendatangkan pakaian adat lewat paket kiriman dari daerah. Sungguh merepotkan tapi memang terbayar oleh kemeriahan dari acara ini.

          Selain itu ada penampilan-penampilan dari setiap pulau seperti pulau Sumbagut dengan Tari indang, subedjo dan celebes dengan perkusi andalannya dengan sedikit sentuhan etniknya atau nustra dengan Tari handsamnya yang tidak kalah memukau. Namun sayangnya, event yang merupakan event tahunan ini belum terbuka untuk umum sehingga yang bisa menyaksikannya hanya praja IPDN kampus Sulawesi Utara sendiri dan perwakilan dari duta kota manado. Proses seleksi dalam pemilihan juga seperti kontes yang lain, mula-mula dipilih 5 terbaik kemudian menjadi 3 terbaik dan akhirnya terpilihlah Putri Nusantara. Setiap pengguguran dewan juri menanyakan beberapa pertanyaan menyangkut segala hal baik menyangkut pengetahuan umum, pengetahuan tentang nusantara dan potensi-potensi daerahnya. Setelah Putra dan Putri Nusantara terpilih, maka Putra dan Putri Nusantara tahun sebelumnya mendampingi Ibu direktur IPDN kampus Sulawesi utara untuk menyematkan mahkota Putri Nusantara. Putra dan Putri Nusantara yang terpiluh sebagai juara favorite perwakilan dari pulau SUMBAGUT, yaitu WIKE KASTIRA (Prov. Riau) dan FAJAR MUKLIS H (Prov. Sumut), kemudian yang mendapatkan juara runner up adalah WHENDY SAFITRI (Prov. NTB) dan ANDI RATU LESTARI (Prov. Sulsel) dan yang menyandang peringkat pertama adalah MUHAMMAD RAHMAT dan ARDA M SAHETAPI (Prov. Maluku). Sekali lagi event yang merupakan event tahunan IPDN ini belum terbuka untuk umum sehingga yang bisa menyaksikannya hanya praja IPDN sendiri jadi bagi yang ingin menyaksikan event ini, mohon maaf sebelumnya. Atau kalau memang ingin sekali menyaksikan, mendaftar saja sebagai praja IPDN terlebih dahulu.
komentar | | Read More...

UPACARA BENDERA DALAM MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Penulis : Unknown on Jumat, 02 Mei 2014 | 15.30

Jumat, 02 Mei 2014

UPACARA BENDERA DALAM MEMPERINGATI
 HARI PENDIDIKAN NASIONAL

(APN IPDN 2 Mei 2014).Praja Insitut Pemerintahan Dalam Negeri dan Civitas Akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri beserta jajarannya pagi tadi tepat pukul 07.30 WITA,melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS).Dalam pelaksanaan upacara,upacara tersebut di pimpin oleh Nindya Praja Heru Ponco Saputro dan selaku Inspektur upacara adalah direktur Institute Pemerintahan Dalam Negeri Dra. Roosje Kalangi,M.Si. kemudian yang pelaksana sebagai pengibar bendera merah putih adalah dari anggota PASTI (Pasukan Inti) Institut Pemerintahan Dalam Negeri .
Upacara bendera berlangsung dengan hikmat dan berjalan dengan lancar,dalam pelaksanaannya direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang pada tahun 2014 ini peringatan Hari Pendidikan Nasional bertemakan Pendidikan Untuk Peradaban Indonesia Yang Unggul.
Tema itu mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat teknis dan bersifat kekinikan semata,melainkan jauh dari itu,yaitu bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul.dan semoga segala ikhtiar kita yang terus menerus untuk memajukan dunia pendidikan yang semakin terjangkau,semakin berkualitas di seluruh jenjang pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat segera membuahkan hasil ujar Mohammad Nuh.

Setelah pembacaan sambutan meteri pendidikan dan kebudayaan,direktur Institut Pemerintaha dalam Negeri melanjutkan sambutannya yang menyampaikan dan berpesan kepada upacara lebih memperhatikan etika birokrasi dan segala hal yang terjadi dan akan dilaksanakan harus di koordinasi dengan pimpinan.

komentar | | Read More...

H-1 MENUJU MALAM PUNCAK

H-1 MENUJU MALAM PUNCAK

            Sehari sebelum menuju malam puncak, kali ini seluruh praja IPDN kampus Sulawesi utara sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan hal-hal yang penting dalam perayaan pinus dan panus ini. Semua sibuk dengan kreasi yang mereka buat untuk penampilan malam puncak bagi masing-masing kontingen. Sangat takjub ketika melihat seluruh etnik maupun kekhasan dari masing-masing provinsi di tapmpilkan.
            Persiapan yang sangat matang, mulai dari dekorasi ruangan, panggung, maupun persiapan tampilan acara, secara eksplisit ini hanya terlihat sederhana, tapi ini hanya se bagian kecil dari apa yang telahdipersiapkan. Pada kesempatan kali ini, semua wajib menampilkan kekhasan tiap-tiap daerah mereka. Memang agak sedikit lelah mempersiapkan segalahalnya untuk kesuksesan acar “ujar panitia pelaksana”

            Awalnya acara ini berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan, semua menikmati seiring acara belangsung. Dari parade nusantara sampai sesi penampilan bakaat yang ditampilkan maasing-masing kandidaat. Pada saat penampilan peserta yang ke 14 tiba-tiba semua lampu padam. Semua panic dan tentunya para assisten 3 bergegas untuk menghidup kan jenset, malangnya ternyata jenset yang seharusnya dapat digunakan pada saat genting itu rusak. Semua tamu undangan serta para kandidat yang belum tampil merasa kecewa saat kepala bagian administrasi keprajaan mengeluarkan pernyataan “diharapkan bagi semua praja agar melaksanakan istirahat dikarenakan kondisi yang tidak mendukung”. Disaat yang bersamaan tiba-tiba lampu yang awalnya padan akhirnya hidup kembali. Dan acaranyapun tetap berlangsung tapi sayangnya acara ini di batasi sampai jam 00.00. walaupun ada sedikit gangguan tersebut dilihat dari komentar sebaagian orang, acara kali ini berjalan dengan sukses karena acara ini berjalaan dengan terstruktur tidak seperti tahun kemarin.
komentar | | Read More...

Draft

Visitors

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. torang pe berita . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger